Di hari itu, di hari senin minggu kedua ku berada di sana. Itu adalah hari dimana seorang Guru Dadakan memulai aksinya…
Saat itu, dia langkahkan kaki setapak demi setapak hingga akhirnya langkah terakhir menuju lautan yang tegang. Di siang itu, seusai waktu dhuhur, aku pun beranikan diri menyelami lautan itu.
Langkah tegap dengan modal nekat, berjalan tertatih dan terbata dalam ucap. Aku pun mulai mengajar di hari itu.
“Assalamu’alaikum, gut morning epri badi…… (Good Morning Everybody?)”
“Today we will study about, about, about, , , , NARRATIVE text”
“B.. But, before we start our study, I will check your present….”
“Bla… Bla…. Bla.. Bla… Bla . . . . . . . . . . . .”
Dengan suara terbata itu, Ku mulai pelajaran. Kepalaku seakan menjadi batu dan terasa berat. Keringat pun mengucur dari keningku seakan otakku diperas hingga cirannya mengalir keluar.
Kegaduhan mulai terjadi, namun ku berlagak cuek dan tak menghiraukannya. Pikirku segera kuselesaikan hal ini, segera ku habiskan waktu ini.
Waktu pun mengikuti keinginanku dan bergulir, berputar. Hingga bel tanda selesai pelajaran usai. Dengan masih tetap dalan bahasa terbata, ku akhiri pertemuan kali ini. Namun mereka sudah MRITHILI dan hantinggal beberapa saja yang keluar terakhir dan bersalaman denganku….
Pikirku dalam hati, wah BUANJIR… BUANJIR KRINGET….!!!!
Namun akhirnya PLONG juga setelah mengajar, dan ku pun libur sembari menunggu pertemuan berikutnya di hari Rabu esok dan hanya 1 jam pelajaran. See you Wednesday…..
No comments:
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar