Disaat waktu terus berputar, dia pun semakin bergetar ketakutan . . . .
Kala itu matahari terus cerya
ia menyinari SMA Pabelan. Salah seorang teman terlihat begitu bingung di hari itu. Sebut saja Dimas (memang nama sebenarnya). Dia begitu risau dengan waktu yang terus mengejarnya. Dia pun bingun bagaimana ia harus mengajar nanti.
Kebingungan itu berdasar atas beberapa hal seperti penguasaan materi. Kuliah ia mendatangi seorang gadis tuk diajari tentang materinya. Tak hanya itu, ke-grogiannya bertambah ketika pamong dan murid2nya yang megitu kritis saat dia mengajar. Dan kini dia pun harus berjumpa lagi. Wah mumet akuw.... Aku metu weh.... kurang lebih kalimat itu yang sering kali ia ucapkan dan menjadi mantra andalannya.
No comments:
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar