Pages

Friday, October 8, 2010

Wah Asem ik….


Rabu, tanggal 22 September 2010. Di saat itulah hari pertama kita diterima dan mulai memenuhi kewajiban untuk praktik di SMA N 1 Pabelan. Kami bersama dosen pembimbing Mr. Ah Ton (Ahmad Sultoni) datang pagi2 tuk bersiap untuk upacara penerimaan. Beberapa jam kami menunggu untuk waktu itu. Hingga upacara penerimaan pun dimulai pada pukul 09.00 WIP (Waktu Indonesia Pabelan). Dan acara pun berpindah dari Upacara menjadi pembagian guru pamong.
Di sesi ini Mr. Head Master ato sebut aja Kepsek, juga meminta seorang mahasiswa. Sehingga jumlah guru pamong yag tadinya 4 orang, kini menjadi 5 orang. Kelima orang tersebut terbagi menjadi 4 orang mahasiswa untuk seorang Guru PAI, 2 orang mahasiswa bersama Seorang guru yang mengampu mapel Bahasa Indonesia dan PKn. Dan sisanya ada 3 orang guru lagi termasuk Mr. Kepsek. Semua itu ditentukan dengan cara mengundi.
Dari sisa 3 orang guru pamong itu di bagi untuk 4 orang mahasiswa. Mr. Kepsek yang bersama temanku Fatma. Dan ketika ku lihat Ibu miftah, dan jumlah yang tak imbang aku pun berharap tanpa berfikir untuk hal yang negative. Dalam harapku, aku ingin ada yang menemaniku. Dan akhirnya aku pun mendapati keinginanku itu. Akubersama Azis mendapatkan Guru Pamong yang bisa dibilang masih tanda Tanya. Namun seorang teman bersama Dimas yang sering kali menggunakan pikirannya yang negative, memikirkan kalau guru itu sulit dan menyeramkan. Dan di akhir cerita, dia pun berjodoh dengan guru yang serem katanya. Mungkin dalam hati dia bergumam Wah Asem Ik . . . .

No comments:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar